I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua hewan tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan
oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut
bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan
juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Darah merupakan
suatu cairan yang sangat penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat
transportasi serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk menunjang kehidupan.
Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan
dapat mengakibatkan kematian.
Darah memiliki dua komponen penyusun yaitu plasma dan sel
darah. Plasma darah merupakan bagian
dari komponen darah yang berwarna kekuning-kuningan yang jumlahnya sekitar 60%
dari volume darah, sedangkan sel darah adalah komponen selluler dari darah
termasuk sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). Beberapa sel darah, seperti leukosit dapat berpindah melalui
pembuluh darah untuk melawan infeksi.
Fungsi utama dari darah adalah sebagai media transport
yaitu mengangkut oksigen ke jaringan dan mengembalikan karbondioksida dari jaringan ke parui-paru, untuk mencapai
gas ini sel darah mengandung protein khusus yaitu hemoglobin karena sewtiap sel
darah merah mengandung sekitar 640 juta molekul hemoglobulin, selain itu darah juga berfungsi sebagai
regulasi dan pertahanan tubuh, yaitu mencegah dari pendarahan dan pertahanan
tubuh dari penyakit. Volume darah di dalam tubuh sekitar sepertiga belas berat badan orang sehat
atau kurang lebih 4 – 5 liter.
Melihat begitu
pentingnya fungsi dan peranan darah dalam tubuh manusia, maka sangat perlu
untuk mengetahui proses terjadinya peredaran darah, waktu koagulasi, bentuk
preparat darah, dan waktu pendarahan.
B.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan yang ingin
dicapai dari pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui bentuk
preparat darah.
2.
Untuk mengetahui waktu
koagulasi pada manusia.
3.
Untuk mengetahui waktu
pendarahan yang terjadi pada manusia.
4.
Untuk mengetahui
factor-faktor yang mempengaruhi waktu koagulasi dan waktu pendarahan yang
terjadi pada manusia.
Manfaat
diadakannya praktikum ini adalah memberikan informasi tentang bentuk darah dari
manusia melalui pengamatan menggunakan mikroskop serta dapat memberikan
informasi mengenai waktu koagulasi dan waktu pendarahan serta faktor-faktor
yang mepengaruhi terjadinya waktu koagulasi dan pendarahan pada manusia.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Darah
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan)
tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan
oleh jaringan tubuh, mengangkut
bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan
juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis
yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo atau hemato yang
berasal dari bahasa Yunani haima yang
berarti darah (Wikipedia, 2012).
Darah terdiri atas bagian cair (plasma) dan bahan-bahan
intraselular. Plasma darah dan sel-sel
darah dapat terpisah dan bebas bergerak dalam cairan intraselular. Beberapa sel
darah, seperti lekosit dapat berpindah melalui pembuluh darah untuk melawan
infeksi. Total sirkulasi volume darah
diperkiran sekitar 5-8 % dari total bobot badan dan angka ini bervariasi
menurut umur, spesies, berat tubuh, aktivitas, status kesehatan, status gizi
dan kondisi fisiologis (bunting, laktasi) (Sonjaya, 2009)b.
Darah berbentuk cairan yang berwarna merah,
agak kental dan lengket. Darah mengalir di seluruh tubuh kita, dan berhubungan
langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. Darah terbentuk dari beberapa
unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dam keping darah (Anonimous, 2011).
Darah pada dasarnya bermanfaat untuk mengatur suhu
tubuh, mengedarkan oksigen, sistem kinerja darah mengedarkan sari makanan dari
tubuh dan mengedarkan hormon (Budi,
2011).
a. Sel darah merah
Gambar 1. Sel darah
merah (Wikipedia, 2012)
Sel darah merah atau eritrosit adalah jenis sel
darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke
jaringan-jaringan tubuh lewat darah dalam
hewan bertulang
belakang. Sel darah merah adalah salah satu contoh sel yang tidak berinti. Sel
darah merah berbentuk pipih dan cekung pada bagian tengahnya, tidak
memiliki inti, tidak dapat menembus dinding kapiler darah dan berwarna kekuning-kuningan. pada orang dewasa sel darah merah
berjumlah sekitar 5 juta sel/mm³
darah pada laki-laki dan 4juta sel/mm³ darah pada perempuan.pada orang dewasa sel darah merah dibentuk dalam sumsum tulang
pipih, sedangkan pada janin sel darah merah dibentuk dalam hati dan limfa, setelah berumir 120 hari, sel darah merah akan
mati dan diubah menjadi bilirubin atau zat warna empedu (Wikipedia, 2012).
Pengurusan
eritrosit terjadi setelah tiga sampai empat bulan dalam sirkulasi. Sel-sel
didisintegrasikan dan dipindahkan dari sirkulasi oleh sistem
retikuloendhothelium yang mengandung sel-sel khusus dalam hati, limpa, sumsum
tulang dan node lympa. Produk yang dihasilkan dari pengrusakan sel darah merah
adalah pigmen bilirubin dan biliverdin yang disekresikan oleh kelenjar hati ke
empedu. Besi bebas digunakan untuk meresintesa hemoglobin (Sonjaya,
2009)b.
b. Sel darah putih
Gambar 2. Sel darah
putih (Wikipedia, 2011)
Sel darah putih atau leukosit adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini
berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi
sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti,dapat bergerak secara
amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler /diapedesis Normalnya kita memiliki
4x109 hingga 11x109 sel darah putih dalam seliter darah manusia
dewasa yang sehat - sekitar 7000-25000 sel
per tetes. Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat
meningkat hingga 50000 sel per
tetes. Ada beberapa jenis sel darah putih, yaitu: basofil, eosinofil, sel batang, sel segmen,
limfosit, dan monosit (Wikipedia, 2011).
c.
Keping-keping darah
Gambar 3. Keping-keping
darah (Wikipedia, 2012)
Trombosit
merupakan fragmen sel yang berdiameter 2-4 µ. Dibentuk dalam
sumsum tulang dan limpa, mempunyai masa hidup 8 – 10 hari. Keping-keping darah
berkerut pada pembuluh darah luka dimana trombosit melepaskan satu bahan yang
membatasi pembuluh darah dan beragregasi unuk membentuk gumpalan. Reaksi cepat
ini membatasi kehilangan darah sebelum koagulasi (pembekuan darah) terjadi.
Pada kuda jumlahnya berkisar antara 110.000 – 300,000 per mm3 dengan
rataan 176.000 (Sonjaya,
2009)b.
B. Waktu
Koagulasi Darah
Pembekuan darah disebut juga koagulasi darash, faktor yang diperlukan dalam penggumpalan darah adalah garam kalsium sel yang
luka yang membebaskan trombokinase, thrombin dari protrombin dan fibrin yang
terbentuk dari fibrinogen, mekanisme pembekuan darah adalah sebagai berikut setelah trombosit meninggalkan
pembuluh darah dan pecah, maka
trombosit akan mengeluarkan tromboplastin, bersama-sama dengan ion Ca,
tromboplastin mengaktifkan protrombin menjadi thrombin (Evelyn, 1989).
Trombin adalah enzim yang mengubah fibrinoge menjadi fibrin.
Fibrin inilah yang berfungsi menjaring sel-sel darah merah menjadi gel atau menggumpal (Poedjiadi, 1994).
Kisaran waktu
terjadinya koagulasi darah adalah 15 detik sampai 2 menit
dan umumnya akan berakhir dalam waktu
5 menit. Gumpalan darah normal
akan mengkerlit menjadi sekitar 40% dari volume semula dalam waktu 24 jam (Frandson, 1992).
Koagulasi dapat dicegah dengan penambahan kalium sitrat atau natrium
sitrat yang menghilangkan garam kalsium (Schmidt, 1997).
Menurut Sonjaya (2009)a, Waktu koagulasi
adalah waktu mulai darah keluar sampai terbentuknya benang fibrin. Sedangkan menurut Sonjaya (2009)b, waktu koagulasi darah adalah waktu yang dibutuhkan
darah untuk menggumpal dimana baervariasi untuk berbagai spesies.
Gambar 4. Bagan pembekuan darah (Kemdiknas,
2011).
Mekanisme koagulasi atau proses
koagulasi (penggumpalan darah) terjadi lewat mekanisme kompleks yang diakhiri
dengan pembentukan fibrin (protein dalam plasma darah yang diubah oleh
trombin/enzim pembeku darah dalam proses pembekuan darah). Mekanisme ini terjadi jika ada cedera di
dalam maupun di permukaan tubuh. Kondisi darah mudah menggumpal bisa terjadi
karena faktor keturunan maupun didapat misalnya akibat infeksi maupun tingginya
antibodi antikardiolipid (ACA) akibat gangguan autoimun (Sonjaya, 2009)b.
Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu
koagulasi darah yaitu adanya pembentukan tromboplastin, adanya ion kalsium dan
substansi tambahan faktor trombosit bereaksi dengan faktor anti hemofilik
membentuk tromboplastin, protrombin, prokonvertin, akselerator konversi serum
protrombin, dan ion kalsium (Ariwibowo, 2007).
Waktu koagulasi normal pada manusia
yaitu 15 detik sampai 2 menit dan berakhir dalam waktu 5 menit. Sedangkan waktu koagulasi pada ternak
seperti sapi 6,5 menit, kambing 2,5 menit, ayam 4,5 menit, kuda 11,5 menit,
babi 3,5 menit, domba 2,5 menit, dan anjing 2,5 menit (Frandson, 1992).
C. Waktu
Pendarahan
Pembuluh darah yang terpotong atau rusak, maka akan terjadi penyempitan
bagian yang terluka. Hal ini terjadi karena kontraksi miogenik otot polos sebagai suatu plasma lokal dan karena
refleks simpatik yang merangsang serabut adrogenik
yang menginversi otot polos dinding pembuluh lokal. Kontraksi ini membuat darah yang keluar dari pembuluh darah akan berkurang (Frandson, 1992).
Kisaran waktu pendarahan yang normal untuk manusia adalah 15 hingga 120
detik (Guyton, 1983).
Pendarahan dapat berhenti sendiri
misalnya dengan kontraksi vasa ditempat pendarahan yang terjadi beberapa menit
sampai beberapa jam. Apabila pembuluh darah
mengalami dilatasi, darah tidak
keluar lagi karena sudah dicegah oleh mekanisme trombosit. Vasa kontraksi
timbul melalui beberapa jalan kontraksi langsung otot pembuluh darah kemudian anoksia dan reflek lalu
adanya serotonis yang keluar dari trombosit yang menyebabkan vasa kontraksi (Schmid, 1997).
Faktor-faktor yang
mempengaruhi waktu pendarahan suatu darah yakni besar kecilnya luka, suhu,
status kesehatan, umur, besarnya tubuh dan aktivitas kadar hemoglobin dalam
darah (Dsyoghi, 2010).
Trombosit melekat pada endotel
pada tepi-tepi pembuluh yang rusak. Hal ini terjadi sampai elemen-elemen
pembuluh darah yang putus
menyempit. Penjedalan darah
sangat penting dalam mekanisme penghentian darah (Guyton,1989).
III. METODOLOGI
PRAKTIKUM
A.
Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Praktikum ini
dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 01 Juni 2013 pukul 09.00-12.00 WITA di
Laboratorium Reproduksi Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas
Haluoleo, Kendari.
B.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan
pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Alat dan Kegunaan yang digunakan pada praktikum preparat
darah, waktu koagulasi dan waktu pendarahan
No.
|
Alat
|
Kegunanaan
|
1.
|
Kaca
Preparat
|
Untuk
tempat meletakkan objek amatan
|
2.
|
Jarum
pentul
|
Untuk
mengeluarkan darah dari jari tangan
|
3.
|
Pipet
tetes
|
Untuk
mengambil larutan NaCl fisiologis
|
4.
|
Stopwatch
|
Untuk
menghitung lama waktu saat melakukan pengamatan
|
Bahan yang
digunakan pada praktikum dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Bahan dan Kegunaan yang digunakan pada praktikum
preparat darah, waktu koagulasi dan waktu pendarahan
No.
|
Bahan
|
Kegunaan
|
1.
2.
3.
|
Sampel Darah
Alkohol
NaCl Fisiologis
|
Sebagai objek amatan
Untuk mensterilkan alat
Sebagai media pelarut darah
|
C.
Prosedur Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah
sebagai berikut :
1. Menyiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan pada saat
praktikum.
2. Menyemprotkan larutan alcohol di jari tangan yang hendak
ditusuk denga jarum.
3. Menusukkan jarum pentul ke jari tangan
4. Setelah darah keluar hitung waktu pendarahan yang terjadi
dengan menggunakan stopwatch.
5. Darah yang menetes diletakkan di atas kaca preparat.
6. Setelah itu hitung waktu koagulasi dengan menggunakan
stopwatch.
7. Mengamati preparat darah dengan menggunakan mikroskop.
8. Mencatat hasil pengamatan sesuai pengamatan yang dilakukan.
IV. HASIL DAN
PEMBAHASAN
A.
Preparat Darah
Hasil pengamatan pada preparat
darah manusia pada praktikum ini dapat dilihat pada gambar 5.
Keterangan :
1. Leukosit
2. Eritrosit
3. Trombosit
Gambar 5. Hasil pengamatan preparat
darah pada manusia
Dari hasil
pengamatan di bawah mikroskop terlihat adanya komponen- komponen darah yang
terdiri atas eritrosit, leukosit, dan trombosit yang tersebar dalam plasma
darah. Hal ini sesuai dengan pendapat
Sonjaya (2009), komponen selluler dari darah termasuk sel darah merah
(eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping-keping darah (trombosit).
Hal ini juga
sesuai dengan pendapat Frandson (1993), yang menyatakan bahwa
elemen-elemen darah yang memiliki bentuk meliputi sel-sel darah merah
(eritrosit), sel-sel darah putih (leukosit), dan keping-keping darah
(platelet).
Pada gambar
terlihat sel darah merah mempunyai permukaan yang lebih luas dengan bentuk
cakram bikonkaf dan tidak memiliki inti.
Hal ini sesuai dengan pendapat Frandson (1993),
bahwa sel darah merah atau eritrosit adalah sel-sel yang diameter rata-ratanya
sebesar 7,5µ, dengan spesialisasi untuk mengangkut oksigen. Sel-sel ini
merupakan cakram yang bikonkaf dengan pinggiran sirkuler yang tebalnnya 1,5µ
dan pusatnya yang tipis.
Sel darah putih
terlihat sangat berbeda dengan sel darah merah ini disebabkan karena sel darah
putih memiliki inti sel. Hal ini sesuai
dengan pendapat Sonjaya (2009), bahwa perbedaan leukosit
dan eritrosit adalah leukosit selalu mempunyai inti sel dan sitoplasma serta
mampu bergerak bebas.
Keping-keping
darah (trombosit) merupakan sel darah yang paling kecil dari kedua sel darah
yang lain letaknya tidak teratur atau tersebar.
Hal ini sesuai dengan pendapat Sonjaya (2009), bahwa trombosit merupakan
fragmen sel yang berdiameter 2-4µ, dibentuk dalam sumsum tulang dan limpa dan
mempunyai masa hidup 8-10 hari.
B.
Waktu Pendarahan
Berdasarkan hasil pengamatan waktu pendarahan yang terjadi dari
awal jari tangan ditusuk menggunakan jarum pentul sampai darah berhenti
membutuhkan waktu 1 menit 47 detik. Hasil tersebut sesuai dengan yang dilaporkan oleh
Guyton (1983), menyatakan bahwa kisaran waktu pendarahan yang normal untuk manusia adalah 15 hingga 120
detik.
Dsyoghi (2010) menyatakan
bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi waktu pendarahan suatu darah yakni besar
kecilnya luka, suhu, status kesehatan, umur, besarnya tubuh dan aktivitas kadar
hemoglobin dalam darah.
C. Waktu Koagulasi Darah
Berdasarkan hasil pengamatan sejak darah diletakan di atas preparat waktu
koagulasi atau waktu penggumpalan darah yang dibutuhkan sekitar 1 menit 27
detik. Hasil ini sesuai dengan yang dilaporkan oleh Frandson (1992), waktu koagulasi normal pada manusia
yaitu 15 detik sampai 2 menit dan berakhir dalam waktu 5 menit.
Menurut Ariwibowo (2007), faktor-faktor
yang mempengaruhi waktu koagulasi darah yaitu adanya pembentukan tromboplastin,
adanya ion kalsium dan substansi tambahan faktor trombosit bereaksi dengan
faktor anti hemofilik membentuk tromboplastin, protrombin, prokonvertin,
akselerator konversi serum protrombin, dan ion kalsium.
V.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari hasil dan pembahasan, maka dapat diperoleh beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
a.
Darah terdiri atas dua komponen yaitu plasma darah dan
sel darah yang terdiri atas beberapa jenis yaitu sel darah merah (eritrosit),
sel darah putih (leukosit) dan keeping-keping darah (trombosit).
b.
Waktu koagulasi
selama 1 menit 27 detik, termasuk dalam kisaran normal.
c.
Waktu pendarahan
selama 1 menit 47 detik, termasuk dalam kisaran normal.
B.
Saran
Saran yang dapat saya ajukan pada praktikum ini adalah agar laboratorium
menyediakan peralatan praktikum yang lengkap, sehingga proses pelaksanaan praktikum dapat berjalan dengan lancar
dan efisien.