CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 03 November 2013

Preparat Darah, Waktu Koagulasi


I.       PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua hewan tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Darah memiliki dua komponen penyusun yaitu plasma dan sel darah.  Plasma darah merupakan bagian dari komponen darah yang berwarna kekuning-kuningan yang jumlahnya sekitar 60% dari volume darah, sedangkan sel darah adalah komponen selluler dari darah termasuk sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). Beberapa sel darah, seperti leukosit dapat berpindah melalui pembuluh darah untuk melawan infeksi.
Fungsi utama dari darah adalah sebagai media transport yaitu mengangkut oksigen ke jaringan dan mengembalikan karbondioksida  dari jaringan ke parui-paru, untuk mencapai gas ini sel darah mengandung protein khusus yaitu hemoglobin karena sewtiap sel darah merah mengandung sekitar 640 juta molekul hemoglobulin,  selain itu darah juga berfungsi sebagai regulasi dan pertahanan tubuh, yaitu mencegah dari pendarahan dan pertahanan tubuh dari penyakit. Volume darah di dalam tubuh sekitar sepertiga belas berat badan orang sehat atau kurang lebih 4 – 5 liter.
Melihat begitu pentingnya fungsi dan peranan darah dalam tubuh manusia, maka sangat perlu untuk mengetahui proses terjadinya peredaran darah, waktu koagulasi, bentuk preparat darah, dan waktu pendarahan.


B.     Tujuan dan Manfaat
Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui bentuk preparat darah.
2.      Untuk mengetahui waktu koagulasi pada manusia.
3.      Untuk mengetahui waktu pendarahan yang terjadi pada manusia.
4.      Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi waktu koagulasi dan waktu pendarahan yang terjadi pada manusia.
Manfaat diadakannya praktikum ini adalah memberikan informasi tentang bentuk darah dari manusia melalui pengamatan menggunakan mikroskop serta dapat memberikan informasi mengenai waktu koagulasi dan waktu pendarahan serta faktor-faktor yang mepengaruhi terjadinya waktu koagulasi dan pendarahan pada manusia.













II.    TINJAUAN PUSTAKA
A.    Darah
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo atau hemato yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah (Wikipedia, 2012).
Darah terdiri atas bagian cair (plasma) dan bahan-bahan intraselular.  Plasma darah dan sel-sel darah dapat terpisah dan bebas bergerak dalam cairan intraselular. Beberapa sel darah, seperti lekosit dapat berpindah melalui pembuluh darah untuk melawan infeksi.  Total sirkulasi volume darah diperkiran sekitar     5-8 % dari total bobot badan dan angka ini bervariasi menurut umur, spesies, berat tubuh, aktivitas, status kesehatan, status gizi dan kondisi fisiologis (bunting, laktasi) (Sonjaya, 2009)b.
Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental dan lengket. Darah mengalir di seluruh tubuh kita, dan berhubungan langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. Darah terbentuk dari beberapa unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dam keping darah (Anonimous, 2011).
Darah pada dasarnya bermanfaat untuk mengatur suhu tubuh, mengedarkan oksigen, sistem kinerja darah mengedarkan sari makanan dari tubuh dan mengedarkan hormon (Budi, 2011).

a.       Sel darah merah
 



Gambar 1. Sel darah merah (Wikipedia, 2012)
Sel darah merah atau eritrosit adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh lewat darah dalam hewan bertulang belakang. Sel darah merah adalah salah satu contoh sel yang tidak berinti. Sel darah merah berbentuk pipih dan cekung pada bagian tengahnya, tidak memiliki inti, tidak dapat menembus dinding kapiler darah dan berwarna kekuning-kuningan. pada orang dewasa sel darah merah berjumlah sekitar 5 juta sel/mm³ darah pada laki-laki dan 4juta sel/mm³ darah pada perempuan.pada orang dewasa sel darah merah dibentuk dalam sumsum tulang pipih, sedangkan pada janin sel darah merah dibentuk dalam hati dan limfa, setelah berumir 120 hari, sel darah merah akan mati dan diubah menjadi bilirubin atau zat warna empedu (Wikipedia, 2012).
Pengurusan eritrosit terjadi setelah tiga sampai empat bulan dalam sirkulasi. Sel-sel didisintegrasikan dan dipindahkan dari sirkulasi oleh sistem retikuloendhothelium yang mengandung sel-sel khusus dalam hati, limpa, sumsum tulang dan node lympa. Produk yang dihasilkan dari pengrusakan sel darah merah adalah pigmen bilirubin dan biliverdin yang disekresikan oleh kelenjar hati ke empedu. Besi bebas digunakan untuk meresintesa hemoglobin (Sonjaya, 2009)b.

b.      Sel darah putih





Gambar 2. Sel darah putih (Wikipedia, 2011)

Sel darah putih atau leukosit adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti,dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler /diapedesis Normalnya kita memiliki 4x109 hingga 11x109 sel darah putih dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 7000-25000 sel per tetes. Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga 50000 sel per tetes. Ada beberapa jenis sel darah putih, yaitu: basofil, eosinofil, sel batang, sel segmen, limfosit, dan monosit (Wikipedia, 2011).

c.       Keping-keping darah




Gambar 3. Keping-keping darah (Wikipedia, 2012)

Trombosit merupakan fragmen sel yang berdiameter 2-4 µ. Dibentuk dalam sumsum tulang dan limpa, mempunyai masa hidup 8 – 10 hari. Keping-keping darah berkerut pada pembuluh darah luka dimana trombosit melepaskan satu bahan yang membatasi pembuluh darah dan beragregasi unuk membentuk gumpalan. Reaksi cepat ini membatasi kehilangan darah sebelum koagulasi (pembekuan darah) terjadi. Pada kuda jumlahnya berkisar antara 110.000 – 300,000 per mm3 dengan rataan 176.000 (Sonjaya, 2009)b.

B.     Waktu Koagulasi Darah
Pembekuan darah disebut juga koagulasi darash, faktor yang diperlukan dalam penggumpalan darah adalah garam kalsium sel yang luka yang membebaskan trombokinase, thrombin dari protrombin dan fibrin yang terbentuk dari fibrinogen, mekanisme pembekuan darah adalah sebagai berikut setelah trombosit meninggalkan pembuluh darah dan pecah, maka trombosit akan mengeluarkan tromboplastin, bersama-sama dengan ion Ca, tromboplastin mengaktifkan protrombin menjadi thrombin (Evelyn, 1989).
Trombin adalah enzim yang mengubah fibrinoge menjadi fibrin. Fibrin inilah yang berfungsi menjaring sel-sel darah merah menjadi gel atau menggumpal (Poedjiadi, 1994).
Kisaran waktu terjadinya koagulasi darah adalah 15 detik sampai 2 menit dan umumnya akan berakhir dalam waktu 5 menit. Gumpalan darah normal akan mengkerlit menjadi sekitar 40% dari volume semula dalam waktu 24 jam (Frandson, 1992).
Koagulasi dapat dicegah dengan penambahan kalium sitrat atau natrium sitrat yang menghilangkan garam kalsium (Schmidt, 1997).
Menurut Sonjaya (2009)a, Waktu koagulasi adalah waktu mulai darah keluar sampai terbentuknya benang fibrin.  Sedangkan menurut Sonjaya (2009)b, waktu koagulasi darah adalah waktu yang dibutuhkan darah untuk menggumpal dimana baervariasi untuk berbagai spesies.


Gambar 4. Bagan pembekuan darah (Kemdiknas, 2011).

Mekanisme koagulasi atau proses koagulasi (penggumpalan darah) terjadi lewat mekanisme kompleks yang diakhiri dengan pembentukan fibrin (protein dalam plasma darah yang diubah oleh trombin/enzim pembeku darah dalam proses pembekuan darah). Mekanisme ini terjadi jika ada cedera di dalam maupun di permukaan tubuh. Kondisi darah mudah menggumpal bisa terjadi karena faktor keturunan maupun didapat misalnya akibat infeksi maupun tingginya antibodi antikardiolipid (ACA) akibat gangguan autoimun (Sonjaya, 2009)b.
Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu koagulasi darah yaitu adanya pembentukan tromboplastin, adanya ion kalsium dan substansi tambahan faktor trombosit bereaksi dengan faktor anti hemofilik membentuk tromboplastin, protrombin, prokonvertin, akselerator konversi serum protrombin, dan ion kalsium (Ariwibowo, 2007).
Waktu koagulasi normal pada manusia yaitu 15 detik sampai 2 menit dan berakhir dalam waktu 5 menit. Sedangkan waktu koagulasi pada ternak seperti sapi 6,5 menit, kambing 2,5 menit, ayam 4,5 menit, kuda 11,5 menit, babi 3,5 menit, domba 2,5 menit, dan anjing 2,5 menit (Frandson, 1992).

C.    Waktu Pendarahan
Pembuluh darah yang terpotong atau rusak, maka akan terjadi penyempitan bagian yang terluka. Hal ini terjadi karena kontraksi miogenik otot polos sebagai suatu plasma lokal dan karena refleks simpatik yang merangsang serabut adrogenik yang menginversi otot polos dinding pembuluh lokal. Kontraksi ini membuat darah yang keluar dari pembuluh darah akan berkurang        (Frandson, 1992).
Kisaran waktu pendarahan yang normal untuk manusia adalah 15 hingga 120 detik (Guyton, 1983).
Pendarahan dapat berhenti sendiri misalnya dengan kontraksi vasa ditempat pendarahan yang terjadi beberapa menit sampai beberapa jam. Apabila pembuluh darah mengalami dilatasi, darah tidak keluar lagi karena sudah dicegah oleh mekanisme trombosit. Vasa kontraksi timbul melalui beberapa jalan kontraksi langsung otot pembuluh darah kemudian anoksia dan reflek lalu adanya serotonis yang keluar dari trombosit yang menyebabkan vasa kontraksi     (Schmid, 1997). 
Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu pendarahan suatu darah yakni besar kecilnya luka, suhu, status kesehatan, umur, besarnya tubuh dan aktivitas kadar hemoglobin dalam darah (Dsyoghi, 2010).
Trombosit melekat pada endotel pada tepi-tepi pembuluh yang rusak. Hal ini terjadi sampai elemen-elemen pembuluh darah yang putus menyempit. Penjedalan darah sangat penting dalam mekanisme penghentian darah (Guyton,1989).
























III. METODOLOGI PRAKTIKUM
A.    Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 01 Juni 2013 pukul 09.00-12.00 WITA di Laboratorium Reproduksi Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo, Kendari.

B.     Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Alat dan Kegunaan yang digunakan pada praktikum preparat darah, waktu koagulasi dan waktu pendarahan
No.
Alat
Kegunanaan
1.       
Kaca Preparat
Untuk tempat meletakkan objek amatan
2.       
Jarum pentul
Untuk mengeluarkan darah dari jari tangan
3.       
Pipet tetes
Untuk mengambil larutan NaCl fisiologis
4.       
Stopwatch
Untuk menghitung lama waktu saat melakukan pengamatan

Bahan yang digunakan pada praktikum dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Bahan dan Kegunaan yang digunakan pada praktikum preparat darah, waktu koagulasi dan waktu pendarahan
No.
Bahan
Kegunaan
1.
2.
3.
Sampel Darah
Alkohol
NaCl Fisiologis
Sebagai objek amatan
Untuk mensterilkan alat
Sebagai media pelarut darah

C.    Prosedur Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Menyiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan pada saat praktikum.
2.      Menyemprotkan larutan alcohol di jari tangan yang hendak ditusuk denga jarum.
3.      Menusukkan jarum pentul ke jari tangan
4.      Setelah darah keluar hitung waktu pendarahan yang terjadi dengan menggunakan stopwatch.
5.      Darah yang menetes diletakkan di atas kaca preparat.
6.      Setelah itu hitung waktu koagulasi dengan menggunakan stopwatch.
7.      Mengamati preparat darah dengan menggunakan mikroskop.
8.      Mencatat hasil pengamatan sesuai pengamatan yang dilakukan.



























IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Preparat Darah
Hasil pengamatan pada preparat darah manusia pada praktikum ini dapat dilihat pada gambar 5.
                                                                        Keterangan :
1.      Leukosit
2.      Eritrosit
3.      Trombosit


 Gambar 5. Hasil pengamatan preparat
darah pada manusia

Dari hasil pengamatan di bawah mikroskop terlihat adanya komponen- komponen darah yang terdiri atas eritrosit, leukosit, dan trombosit yang tersebar dalam plasma darah.  Hal ini sesuai dengan pendapat Sonjaya (2009), komponen selluler dari darah termasuk sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping-keping darah (trombosit). Hal ini juga sesuai dengan pendapat Frandson (1993), yang menyatakan bahwa elemen-elemen darah yang memiliki bentuk meliputi sel-sel darah merah (eritrosit), sel-sel darah putih (leukosit), dan keping-keping darah (platelet).
Pada gambar terlihat sel darah merah mempunyai permukaan yang lebih luas dengan bentuk cakram bikonkaf dan tidak memiliki inti.  Hal ini sesuai dengan pendapat Frandson (1993), bahwa sel darah merah atau eritrosit adalah sel-sel yang diameter rata-ratanya sebesar 7,5µ, dengan spesialisasi untuk mengangkut oksigen. Sel-sel ini merupakan cakram yang bikonkaf dengan pinggiran sirkuler yang tebalnnya 1,5µ dan pusatnya yang tipis. 
Sel darah putih terlihat sangat berbeda dengan sel darah merah ini disebabkan karena sel darah putih memiliki inti sel.  Hal ini sesuai dengan pendapat Sonjaya (2009), bahwa perbedaan leukosit dan eritrosit adalah leukosit selalu mempunyai inti sel dan sitoplasma serta mampu bergerak bebas.
Keping-keping darah (trombosit) merupakan sel darah yang paling kecil dari kedua sel darah yang lain letaknya tidak teratur atau tersebar.  Hal ini sesuai dengan pendapat Sonjaya (2009), bahwa trombosit merupakan fragmen sel yang berdiameter 2-4µ, dibentuk dalam sumsum tulang dan limpa dan mempunyai masa hidup 8-10 hari.

B.     Waktu Pendarahan
            Berdasarkan hasil pengamatan waktu pendarahan yang terjadi dari awal jari tangan ditusuk menggunakan jarum pentul sampai darah berhenti membutuhkan waktu 1 menit 47 detik. Hasil tersebut sesuai dengan yang dilaporkan oleh Guyton (1983), menyatakan bahwa kisaran waktu pendarahan yang normal untuk manusia adalah 15 hingga 120 detik.
Dsyoghi (2010) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi waktu pendarahan suatu darah yakni besar kecilnya luka, suhu, status kesehatan, umur, besarnya tubuh dan aktivitas kadar hemoglobin dalam darah.

C.    Waktu Koagulasi Darah
Berdasarkan hasil pengamatan sejak darah diletakan di atas preparat waktu koagulasi atau waktu penggumpalan darah yang dibutuhkan sekitar 1 menit 27 detik. Hasil ini sesuai dengan yang dilaporkan oleh Frandson (1992), waktu koagulasi normal pada manusia yaitu 15 detik sampai 2 menit dan berakhir dalam waktu 5 menit.
Menurut Ariwibowo (2007), faktor-faktor yang mempengaruhi waktu koagulasi darah yaitu adanya pembentukan tromboplastin, adanya ion kalsium dan substansi tambahan faktor trombosit bereaksi dengan faktor anti hemofilik membentuk tromboplastin, protrombin, prokonvertin, akselerator konversi serum protrombin, dan ion kalsium.






V.    PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari hasil dan pembahasan, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut :
a.       Darah terdiri atas dua komponen yaitu plasma darah dan sel darah yang terdiri atas beberapa jenis yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keeping-keping darah (trombosit).
b.      Waktu koagulasi  selama 1 menit 27 detik, termasuk dalam kisaran normal.
c.       Waktu pendarahan  selama 1 menit 47 detik, termasuk dalam kisaran normal.

B.     Saran
Saran yang dapat saya ajukan pada praktikum ini adalah agar laboratorium menyediakan peralatan praktikum yang lengkap, sehingga proses pelaksanaan praktikum dapat berjalan dengan lancar dan efisien.